2024, Masih Jadi Karyawan atau Pindah Haluan Jadi Entrepreneur?

Beberapa tahun lalu perdebatan istilah entrepreneur, orang gajian, ‘kok masih jadi karyawan’ selalu tergiang di telinga kami para pebisnis pemula yang sudah masuk di dunia bisnis. Kini setelah beberapa waktu berlalu dan baru  memasuki tahun baru ini, pertanyaan senada juga masih dilontarkan, “2024, Masih Jadi Karyawan atau Pindah Haluan Jadi Entrepreneur?

Hidup itu pilihan, karena pilihan, maka hanya Andalah yang berhak menentukan kehidupan Anda sendiri, begitu pula memilih pindah kuadran ke dunia entrepreneur setelah menjadi karyawan. Ingat hal utama yang harus di pegang untuk menjalani hidup adalah bahwa “Hidup itu tidak semudah omongan para motivator.” Apalagi kalau berbicara dari sudut pandang belum pernah menjalani atau melakukan.

karyawan-vs-entrepreneur
Ilustrasi (Gambar: pixabay.com/startupstockphotos-690514/)

Begitu pula kali ini, beberpa catatan yang akan disampaikan di bawah ini tidak berarti menghalangi Anda untuk menjadi seorang entrepreneur, namun lebih kepada memberikan catatan kepada Anda untuk mempersiapkan dengan tekad kuat, agar setelah masuk dunia entrepreneur Anda benar-benar kuat untuk menjalaninya dan tidak kembali lagi pada dunia orang gajian, namun berusaha mencari solusi agar bisnis yang Anda mulai tetap bisa berjalan dan menghasilkan.

Menjadi Entrepreneur adalah Pilihan dan Awas Jebakan Kata “Jangan Mau Jadi Orang Gajian Terus”

Pernahkah terbersit di benak Anda, bahwa pada dasarnya menjadi seorang entrepreneur adalah sebuah pilihan dan passion untuk menjalani hidup, dan menjalankan bisnis adalah sebuah seni layaknya menjalani keseimbangan, antara untung atau rugi, antara penjualan naik atau turun, lancar atau stagnan dan begitu seterusnya.

Hal inilah yang sebenarnya yang tidak pernah dibayangkan, dilihat dan dipikirkan oleh teman-teman yang masih menjadi seorang karyawan. Apalagi pada saat pressure atau tekanan yang begitu tinggi. Menjadikan bayangan untuk menjadi seorang entrepreneur, seolah menjadi jalan ninja yang ingin ditempuh, padahal untuk menjadi seorang entrepreneur sukses itu luar biasa proses yang harus dilalui.

Baca juga: Mengintip Rahasia Sukses Bisnis Mie Gacoan.

Bahkan beberapa waktu lalu, saat diajak beberapa kawan untuk menikmati kopi di sebuah tempat nongkrong, disitu banyak yang menyampaikan keinginan dan harapannya, dan juga melihat bahwa menjadi seorang entrepreneur itu enak, sukses, dan bisa menikmati waktu kapan saja.

Nah, disinilah yang harus diperhatikan, efek emosi, tekanan karena target kerja, target omset penjualan perusahaan, menjadikan semua kawan memiliki psikologi yang hampir sama. Dan tentu saja, kami selalu menyampaikan bahwa kondisi emosi dan memutuskan untuk resign adalah suatu perbuatan yang tidak masuk akal dan diluar nalar, apalagi keputusan tersebut berhubungan dengan kehidupan keluarga.

Tahun 2024, Masih Jadi Orang Gajian? Tidak Masalah…

Tahun 2024 adalah tahun harapan, tahun semua kembali berharap semua bisa menjadi lebih baik. Dua tahun kemarin tahun 2022 dan tahun 2023 adalah tahun dimana kondisi ekonomi, bisnis dan kehidupan semua diuji dengan kesabaran.

Masih ingatkah Anda saat mendekati Bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2023 kemarin, semua pebisnis terkaget-kaget dengan kondisi di luar prediksi, dimana pasar mengalami kelesuan dan pada akhirnya banyak yang merugi, dan hal ini masih berlangsung sampai saat ini.

Bahkan dari berbagai diskusi dengan beberapa kawan yang menjalani bisnis di kota yang sama dan di lain kota juga mengalami hal yang sama. Tentu saja hal ini menjadi pertimbangan besar untuk Anda yang saat ini masih menjadi karyawan, bahwa untuk melakukan sesuatu harus dilakukan dengan penuh pertimbangan dan kehati-hatian.

Di tahun 2024 ini menjadi sebuah pilihan bagi Anda yang masih bekerja sebagai karyawan untuk mempersiapkan dengan matang bila ingin resign dan pindah kuadran, dan dengan hati-hati untuk memutuskan,kecuali Anda sudah mempersiapkan dengan detail bisnis yangAnda lakukan dan bisnis tersebut sudah berjalan dan menghasilkan.

Namun bagi Anda, yang karena emosiaonal dan terjebak dengan tekanan, tenang saja, menjadi karyawan juga masih memiliki prestise, minimal Anda masih mendapatkan gaji untuk  diberikan sebagai nafkah untuk keluarga.

Ingat bisnis yang sukses itu butuh proses, tidak seperti Candi Prambanan yang bisa dibangun dalam sehari semalam.

Keluar dari pekerjaan tanpa alas an yang tidak bisa diprtanggungjawabkan, dan masuk ke dunia bisnis tanpa persiapan, dapat dipastikan tidak sampai 3 bulan, bisnis akan hancur, dan tentu saja hal ini malah merugikan diri Anda sendir dan keluarga yang menyayangi Anda.

Sangat banyak contoh dari teman-teman yang terprovokasi untuk resign, mengikuti berbagai ajakan karena seminar, MLM namun tanpa satu pertimbangan dan perencanaan yang kuat dan pada akhirnya menyesal karena mengalami kegagalan.

Membuka Usaha dan Menjadi Karyawan, Mengapa Tidak?

Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, begitu pula Anda yang memiliki keinginan untuk membuka usaha sendiri. Di dunia digital dan semakin canggihnya teknologi, semua bisa dilakukan, bahkan untuk berbisnis.

Begitu pula saat ini, menjadi karyawan dengan berbagai posisi masih sangat menarik, apalagi bila Anda sudah memulai untuk berbinsis, menjadi langkah awal luar biasa, sehingga pada suatu saat bila terjadi yang tidak diinginkan dan terjadi pada perusahaan tempat Anda bekerja, Anda sudah siap. Atau bila Anda memutuskan untuk resign lebih dini, Anda juga memiliki kesiapan karena usaha tersebut sudah berjalan.

Baca juga: Mengintip Sukses Bisnis Nasi Bungkus dengan Packaging Kekinian.

Terdapat beberapa langkah untuk meyakinkan Anda sebelum benar-benar resign, yaitu dengan mempersiapkan bisnis sedini mungkin, antara lain:

  • Kenali bidang bisnis yang ingin Anda tekuni.
  • Mulai menguatkan tekad, meyakinkan diri dan optimis saat memulai membangun bisnis, dan menanamkan mindset bahwa bisnis itu butuh proses.
  • Sambil Anda bekerja, Anda bisa membangun bisnis tersebut di luar jam kerja atau setelah Anda pulang kerja.
  • Jangan fokus bisnis saat masih jam kerja (Awas bisa-bisa tidak barokah, Anda bisa disebut korupsi jam kerja).
  • Persiapkan dana cadangan (Pengalaman, saat membuka bisnis dulu, Saya mempersipkan 12 bulan kali gaji untuk dipegang istri, sebagai jaga-jaga bila usaha tidak sesuai yang diharapkan).
  • Pilih usaha atau bisnis yang sesuai dengan passion atau hobi, jangan ikut-ikutan.

Pindah Haluan Menjadi Entrepreneur

Pada kondisi ini Anda sudah memutuskan, menguatkan tekad, keyakinan untuk sukses, optimis  dan mulai membangun bisnis menjadi hal utama yang harus dilakukan. Pada kondisi ini banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan.

Membangun bisnis apalagi bisnis yang baru dikenal di tempat Anda tinggal, seperti merawat bayi, disini Anda tidak bisa hanya sekedar membuka bisnis dan berharap konsumen dating sendiri.

Saat membuka bisnis, tentu saja jam kerja Anda sangat bervariasi, sangat berbeda dengan saat Anda menjadi seorang karyawan 8 jam sehari. Dan tentu saja pada kondisi ini, kondisinya berbeda, Anda akan sangat sulit dalam situasi bekerja, apalagi Anda bekerja dari rumah.

Yang harus dipahami juga adalah saat baru menerjuni bisnis secara serius, maka Anda akan berdiri sendiri, pendapatan pun berflutkuasi, dan Anda harus mempersiapkan semua sendiri, mulai menyediakan produk, mencari pasar, jaringan, bahkan juga mencari karyawan saat bisnis sudah siap berkembang dan membutuhkan karyawan untuk membantu Anda.

Ada hal besar tentang mendapatkan uang, “Sebagai seorang entrepreneur, cara untuk mendapatkan uang terserah pada Anda dalam melangkah.”

Tidak ada seorang pun yang akan menghasilkan uang untuk Anda. JikaAnda ingin mendapatkan uang maka Anda harus bekerja, dan tentu saa jumlah pekerjaan dan produk yang Anda jual menjadi faktor penentu berapa banyak uang yang akan Anda terima.”

Selain berbagai hal yang disampaikan di atas, terdapat risiko yang tentu harus Anda persiapkan bila benar-benar menjadi seorang entrepreneur, yaitu jika salah mengambil langkah atau berada pada situasi yang tak terkendali maka risiko yang ditanggung seorang wirausaha sangatlah besar, yakni hancurnya bisnis, bangkrut dan ditambah berbagai masalah lain yang menyertainya, misalnya: pembayaran hutang usaha, pemenuhan hak karyawan, kehilangan modal usaha dan sebagainya. Belum lagi harus menghadapi risiko persaingan antar pelaku bisnis yang lebih luas.

Itu dia sedikit informasi tentang  “2024, Masih Jadi Karyawan atau Pindah Haluan Jadi Entrepreneur?”. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan bisa menjadi referensi untuk Anda.

Share

0 Response to "2024, Masih Jadi Karyawan atau Pindah Haluan Jadi Entrepreneur?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel