Tips Menjadi Penjual Sukses

Tidak dapat dipungkiri bahwa kunci sebuah entitas usaha untuk sukses atau bahkan bertahan hidup adalah kemampuannya dalam menjual produk yang diproduksinya atau diperdagangkannya. Dengan berhasil menjual produknya berarti secara logika terdapat hasil dari selisih antara harga jual dengan biaya yang dikeluarkannya, disinilah hasil yang dimaksudkan tersebut. Nah yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana agar produknya bisa terjual? Berarti kita harus menjual produk tersebut. Bingung dengan cara menjual produk tersebut, ikuti tips menjadi penjual sukses di bawah ini.

Tips Menjadi Penjual Sukses
Ilustrasi (Gambar: businessmodulehub.com)

Siapa pun itu, entah bergerak dalam bisnis riil, bisnis jual beli barang atau bisnis apa pun, maka dia sebenarnya adalah seorang pemasar atau seorang tenaga penjual, mengapa bisa disebut demikian, karena pada tempat usaha atau tempat dimana seseorang bekerja, terdapat produk-produk yang harus dijual. Karena keuntungan yang didapatkan sebuah usaha ditentukan oleh para calon konsumen dan konsumen yang menggunakan produk tersebut.

Pondasi Awal Dalam Menjual

Agar para calon konsumen tertarik untuk menggunakan produk kita, tentu kita harus mampu menjual produk, dengan kata lain kita harus bisa menjadi penjual atau tenaga pemasar yang handal.

Pada dasarnya menjual adalah proses personal untuk meyakinkan seorang calon konsumen untuk membeli suatu barang atau jasa. Hal ini berarti dalam proses menjual tersebut terdapat suatu kegiatan, yaitu bagaimana kita bisa meyakinkan seseorang atau calon konsumen agar mau membeli atau menggunakan produk kita.

Untuk bisa meyakinkan seseorang tersebut dan menjadi seorang tenaga pemasar yang handal terdapat tiga hal yang harus dimiliki, yaitu:

  1. 1. Menguasai people knowledge.
  2. 2. Menguasai product knowledge.
  3. 3. Memiliki kemampuan untuk menata sikap.

Baca juga: Berbisnis sesuai passion, cara sukses bisnis masa kini.

1. Menguasai “People Knoowledge”.

People Knowledge yang dimaksudkan disini adalah pengetahuan tentang orang, yang mutlak diperlukan, khususnya pengetahuan tentang siapa orang tersebut dan apa yang dibutuhkan, harapan dan keinginannya (needs, wants and expectations).

Dengan mengetahui siapa yang menjadi sasaran kita, apa kebutuhan, harapan dan keinginan, kita bisa dapat menentukan produk apa yang sesuai untuk ditawarkan. Namun yang harus diingat adalah dengan people knowledge tidak berarti berusaha mengubah orang lain agar mau mengikuti kita, karena hal tersebut akan membuat proses menjual menjadi sulit, karena kebanyakan orang tidak suka diubah tetapi ingin menjadi dirinya sendiri.

Seperti yang disampaikan George Iles yang dikutip oleh Andreas Harefa, dalam bukunya “Agar Menjual Bisa Gampang”, yaitu:

Men will never disappoint us if we observe two rules: to find out what they are, and to expect them to be just like that.”

Maksudnya orang tidak akan pernah mengecewakan kita, jika kita memperhatikan dua aturan, yaitu mencari tahu siapa mereka sesungguhnya dan mengharapkan mereka menjadi dirinya sendiri.

Oleh karena itu juallah apa yang diinginkan atau ingin dibeli orang, tetapi jangan memaksa orang untuk membeli apa yang kita jual.

2. Menguasai “Product Knowledge”.

Sangat penting sekali tahu tentang product yang kita jual. Mengapa hal ini menjadi penting? Karena bagaimana bisa menjual produk kalau tidak tahu atau tidak mengerti dengan produk yang kita jual.

3. Memiliki kemampuan untuk menata sikap.

Andrias Harefa dalam bukunya yang berjudul “Agar Menjual Bisa Gampang”, menyampaikan bahwa sikap atau attitude bisa dipahami sebagai pola pikir (kognitif), pola rasa (afektif) dan pola perilaku (behavioral). 

Maka untuk menjadi seorang penjual atau tenaga pemasar yang handal, maka kita harus menata sikap kita, khususnya sikap saat menghadapi konsumen atau calon konsumen. Karena bagaimana pun kita menguasai tentang apa yang dibutuhkan orang, menguasai produk yang kita jual, namun kita tidak memiliki sikap yang baik kepada orang, maka semua itu tidak akan berhasil.

Maka disnilah kita dituntut untk menguasi Emotional Question (EQ), yaitu kesadaran emosi, dan kedalaman emosi. Setiap orang atau konsumen memiliki karakter yang berbeda-beda, maka dengan kecerdasan emosi kita bisa menghadapi setiap orang dengan tenang dan terpola, sehingga bisa mempengaruhinya dan mau menggunakan produk kita.

Cara paling mudah yang bisa dilakukan adalah dengan tersenyum, khususnya saat menghadapi orang yang emosi. Dengan melihat kita tersenyum orang yang hatinya keras akan menjadi lembut.

Untuk memiliki sikap yang baik, maka kita harus menumbuhkan sikap mental yang positif, hal ini terlihat saat memecahkan masalah konsumen sekecil apa pun, hal ini akan memberikan kenangan manis meskipun seseorang batal bertransaksi dengan kita.

Selain menata sikap, ada lagi yang tidak kalah pentingnya yaitu dengan memperhatikan penampilan kita. Dengan penampilan yang baik dan rapi menjadi salah satu cara berkomunikasi dengan orang lain, yang akan menumbuhkan rasa percaya diri dan menunjukkan kepribadian yang baik. Dengan penampilan yang baik maka konsumen akan merasa dihormati.

Itu dia, sedikit tips menjadi penjual yang handal. Semoga bermanfaat.

Posting Komentar

0 Komentar