Motivasi Pagi “Menjadi Kaya dengan Mental Kaya”

Saat ini adalah masa dimana banyak orang yang mengalami keterpurukan, mulai dari bisnis yang dibangunnya mengalami penurunan hingga titik terbawah, kemampuan ekonomi yag menurun karena hilangnya pendapatan, sampai dengan bangkrutnya usaha. Sebenarnya sama, semua orang juga mengalami hal yang sama, namun pola dan cara menghadapi yang dilakukan setiap oranglah yang membedakannya. Begitu pula kali ini, pada kesempatan ini, sengaja saya ingin berbagi semangat, yatu motivasi pagi “menjadi kaya dengan mental kaya”.

Motivasi Pagi “Menjadi Kaya dengan Mental Kaya”;
Foto: istockphoto.com

Sebenarnya tidak hanya Anda yang membutuhkan siraman motivasi untuk bersemangat kembali, saya pun membutuhkannya. Kali ini tulisan ini terinspirasi dengan cuplikan posting sebuah konten di media sosial Facebook dari Gesa Falugon tentang “Mental Kaya”.

Motivasi Hidup Kaya dengan Mental Kaya

Sebenarnya apakah mental kaya itu? Dari beberapa referensi, ternyata mental kaya adalah mental yang memilih untuk dibayar berdasarkan hasil, hal ini yang membedakannya dengan mental miskin, mental miskin dibayar berdasarkan waktu yang telah dipakianya.  Selain itu sedikit mengambil apa yang disampaikan Robert T. Kiyosaki, mental kaya adalah memiliki uang yang bekerja keras untuk dirinya sedangkan mental miskin adalah orang bekerja keras untuk mendapatkan uang.

Menurut Motivator Gesa Falugon, untuk menjadi kaya terlebih dahulu kita harus mengembangkan kebiasaan berpikir dan bertindak seperti yang dilakukan oleh orang kaya. 

Bahkan Jim Rohn, seorang penulis buku, yang berjudul, “7 Strategies For Wealth & Happiness” mengatakan:

“Satu hal yang paling penting bukanlah menjadi seorang millionaire. Kita harus menjadi orang yang seperti apa agar menjadi seorang millionaire, inilah yang lebih penting. Jadi seandianya pun, kita kehilangan semua uang, kita masih bisa memperolehnya lagi, karena sekarang kita tahu cara menghasilkan uang semacam ini.”

Ketika kita kehilangan semua uang, orang memiliki mental kaya akan bisa memperolehnya lagi. Kita bisa menyumbangkan 50% semua harta kekayaan kita, namun kita bisa mendapatkannya lagi. Bahkan, kita bisa saja menyumbangkan 100% semua harta, dan kita masih bisa mendapatkannya lagi.

Baca juga: Motivasi & Cara Sukses Menjadi Kaya.

Masih ingat dengan kisah sahabat Nabi Muhammad yang berlomba-lomba menyumbangkan seluruh hartanya untuk kebaikan dengan ikhlas dan tanpa rasa takut miskin? Hal ini yang harus menjadi inspirasi bagi kita semua.

Motivasi Pagi “Menjadi Kaya dengan Mental Kaya”;
Sumber gambar: instagram.com/mindsetsukses.id/

Mike Todd, seorang produser film, pernah kehilangan uangnya dikarenakan terdapat produksi film yang biayanya besar sekali, sehingga membuat dirinya bangkrut. Dan berita ini dimuat di koran-koran dan banyak teman-temanya yang menertawakannya,

Hal yang sama ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia, saat ada teman terjatuh ada saja yang menertawakan kalau ada teman sedang jatuh.

Bahkan salah seorang temannya berkata, “Mike bagaimana rasanya menjadi miskin?” Mike menjawab dengan kata-kata legenda:

“Saya tidak pernah menjadi miskin, hanya bangkrut saja. Miskin adalah mindset atau kerangka berpikir, Namun keadaan bangkrut hanyalah situasi sementara.”

Hal ini memberikan pelajaran dan motivasi luar biasa bagi kita, bahwa jika saat ini kita masih belum punya uang, asset masih sedikit, masih memiliki hutang disana sini. Yakin saja, hal ini hanya keadaan sementara, asalkan mental kita, mentakl kaya.”

Miskin adalah keadaan sementara. Mental miskin yang membuatnya selamanya. Orang miskin punya kebiasaan miskin.

Orang Kaya punya kebiasaan kaya, yang membuatnya pantas kaya.

Tetap bersemangat dan yakinlah bahwa apa pun kondisi yang saat ini pasti berlalu, selama kita mau dan mampu untuk bangkit. Semoga sedikit tulisan motivasi pagi “menjadi kaya dengan mental kaya” memberikan semangat bagi kita semua.


Share

Belum ada Komentar untuk "Motivasi Pagi “Menjadi Kaya dengan Mental Kaya”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel