Mengapa Harus Berinvestasi

Jaman semakin berubah, tidak bisa hanya dengan menggantungkan hanya dari sumber pendapatan saja, apalagi seperti di masa pandemi ini, terdapat banyak perubahan yang salah satunya, terjadinya perubahan bahkan penurunan secara drastis, baik dari sisi penghasilan yang semakin menurun dan juga kondisi bisnis. Berbicara tentang kondisi, saat ini saja masih seperti ini, bagaimana dengan masa yang akan datang? Untuk itu, dibutuhkan suatu cara agar di masa depan hidup kita bisa terjamin, oleh karena itulah alasan mengapa harus berinvestasi sejak dini.

Mengapa Harus Berinvestasi;Berinvestasi adalah Cara Mempersiapkan Masa Depan;
Foto: istockphoto.com

Terlepas dari masih adanya pandemi yang terjadi, dan kenyataan yang bisa dilihat, masih banyak anak-anak muda yang masih senang menghabiskn hidupnya dengan bersenang-senang, meskipun banyakjuga yang mulai sadar dan mengerti bahka kehidupan di masa yang akan datang harus dipersiapkan.

Berinvestasi adalah Cara Mempersiapkan Masa Depan

Banyak hal yang harus dilakukan sejak dini, salah satunya adalah investasi. Memang hasil yang didapatkan dengan berinvestasi belum bisa dilihat, namun hasilnya bisa dirasakan di masa yang akan datang, selama investasi tersebut dilakukan dengan cara yang benar. Investasi bisa dikatakan sebagai segala aktivitas yang dilakukan untuk mengeluarkan atau mengumpulkan sejumlah dana dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan finansial.

Banyak hal yang bisa mendorong kita untuk melakukan investasi, salah satunya adalah seperti yang dipost dalam instagram.com/suksesterus.id.:

JANGAN BELI MOBIL SAMPAI KAMU… Investasi beberapa ASET. Banyak orang berpikir, hanya karena punya uang, Kamu harus punya mobil. Investasikan uangmu ke beberapa aset terlebih dahulu hingga kamu bisa membeli mobil dari asetmu tersebut. Hal itu dilakukan agar kamu bisa BEBAS secara FINANSIAL. Bijaklah dalam mengeluarkan uangmu. Jangan MAU terlihat KAYA tapi MAKSA.”

Dengan semakin berkembangnya dan kemudahan dalam berinvestasi, saat ini terdapat langkah mudah dalam berinvestasi, salah satunya adalah dengan program menabung saham. “Yuk Nabung Saham” adalah sebuah cara yang dicetuskan oleh IDX dan juga sebuah keberpihakan kepada seluruh rakyat Indonesai dan juga menjadikan investasi di pasar modal menjadi sangat terjangkau, sederhana dan untuk persiapan masa depan menjadi lebih baik.

Baca juga: Sukses Investasi ala Raditya Dika.

Selain kemudahan dalam melakukan investasi tersebut, terdapat beberapa alasan yang mempertegas bahwa investasi di pasar modal BUKANLAH INVESTASI BODONG, namun merupakan investasi yang resmi dan legal oleh Negara (instagram.com/ngertisaham), antara lain:

  1. Masih ada yang mengatakan bahwa investasi di pasar modal adalah JUDI. Investasi saham bukanlah judi, bahkan Bursa Efek Indonesia sudah menerima fatwa syariah untuk mekanisme perdagangan dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) No. 80 tahun 2011, kecuali Anda melakukan spekulasi di pasar modal, maka itulah yang namanya judi.
  2. Haram?. Investasi dipasar modal bukanlah sesuatu yang haram, kalau pemilihan perusahaan masuk pada kategori perusahaan syariah oleh DSN MUI (Hal ini bisa dilihat di indeks saham syariah Indonesia di BEI).
  3. Memiliki resiko yang tinggi? Resiko melakukan investasi di pasar modal tidak tinggi dan relatif bisa diminimalisir, kalau pemilihan, baik hasilnya akan baik selama mengutamakan fundamental perusahaan yang akan Anda beli sahamnya.
  4. Susah dipahami? Kata siapa, saat ini sangat mudah untuk mempelajari investasi saham, bahkan sudah tersedia Sekolah Pasar Modal atau pun Sekolah Pasar Modal Syariah yang diadakan oleh Bursa Efek Indonesia.

So, masih ragu untuk berinvestasi? “Risk comes from not knowing what You are doing.” -Warren Buffet-.

Seorang pendaki yang tidak tahu cara mengendarai motor pasti akan mengatakan “mendaki gunung jauh lebih mudah daripada mengendarai motor di jalan”. Ketika memulai usaha, apakah Kamu akan memikirkan risikonya? Berapa banyak uang yang akan dijadikan modal? Bagaimana cara memasarkan produk? Bagaimana jika usahamu gagal?. Hal ini sama halnya dengan berinvestasi, baik di saham atau pun reksa dana, ada baiknya mengenali lebih dahulu risiko pasar modal dan mempelajari sejauh mana Kamu bersedia menerima risiko dan sejauh mana batasan level risiko investasi yang bisa diterima.

Kita nggak harus jadi lebih pintar dari yang lain. Kita harus lebih disiplin dari yang lain” -Warren Buffett-

Motivasi dalam Berinvestasi

Mungkin sering terjadi saat mengajak hal positif seperti ajakan berinvestasi hanya dipandang sebelah mata, atau bukan tentang investasi, tentang membangun aset digital dengan membangun blog misalnya, pasti pernahkan? Mungkin inilah yang membedakan antara orang yang memiliki mimpi dan mengaktualisasikan mimpi tersebut pada hal postif dengan orang yang tidak pernah mau bertindak. 

Sebenarnya orang yang punya mimpi (instagram.com/awesomemotivasi/) adalah orang yang memiliki gambaran masa depan tentang apa yang dilakukannya, seperti sebuah penglihatan tentang masa depan, mereka ini sudah bisa melihat bagaimana dan kemana mimpi tersebut akan membawanya.

Dan kebanyakan orang lain tidak bisa melihat hal ini, mereka (orang lain) hanya bisa melihat apa yang ada di depan matanya. Maka tidak jarang mereka sering berkomentar, “Buat apa berinvestasi kan belum  jelas hasilnya?” atau “Kenapa kamu mau melakukan hal ini?” atau dengan berbagai komentar yang sinis. Itulah sebabnya mengapa orang sukses DULUNYA sering dibilang “GILA”, karena penglihatan ini. Namun, saat mereka sukses dan berhasil merealisasikan penglihatan tersebut, saat itu semua orang akan mengatakan “JENIUS”.

Guys pasti pernah mendengar kata-kata ini?

“Seseorang bisa menikmati ademnya duduk di bawah pohon besar hari ini, karena dia sudah menanam benih duluan, dari jauh-jauh hari.”

Kalau pernah mendengar, berarti Anda sudah memahami konsep investasi. Atau kata-kata positif yang satu ini. Apa yang kita tuai sesuai dengan yang kita tanam. Hal ini tidak hanya berlaku juga untuk hal negatif saja lho, namun juga berlaku atas hal positif, seperti perjuangan dan mimpi yang terus diperjuangkan.

Begitu pula investasi, jangan melihat dari sukses yang telah diraihnya, namun perhatikan proses untuk meraih kesuksesan tersebut. Ibarat pohon yang tidak tumbuh dadakan untuk tumbuh tinggi dan rindang, harus dari benih dan butuh waktu bertahun-tahun. Hasil tidak akan mengkhianati usaha, asal dilakukan dengan cara yang tepat.

Yang sering terjadi adalah tidak mau prosesnya, namun hanya mau hasilnya yang instan. Apakah bisa? Kalau bisa akan tahan berapa lama? Sesuatu yang didapatkan dengan dengan proses dan perjuangan akan jauh lebih berharga dan membanggakan. Begitu pula dengan usaha seperti investasi, sepertinya investasi yang dilakukan sia-sia dan ingin berhenti. Padahal kembali lagi pada proses, semunya butuh proses untuk menjadi besar dan menghasilkan.

Baca juga: Mewujudkan Kebebasan Finansial dengan Investasi Saham.

Oleh karena itu jangan berkecil hati dan jangan berharap orang lain mengerti semua tindakanmu termasuk rencana investasimu, ketika Tuhan tidak memberikan penglihatan (vision) tentang masa depan yang kamu inginkan. Oleh karena itu, tetap FOKUS pada garis waktu dan rencana investasimu.

“Stop rebahan di kasur, kecuali kamu bisa menghasilkan uang sambil rebahan”

Alasan Mengapa Harus Berinvestasi

“Orang yang bisa menikmati masa tuanya tanpa kekurangan secra finansial adalah orang yang dulunya di masa muda kerja keras dan gigih.” – Warren Buffett –

Dari beberapa uraian yang disampaikan di atas tentunya sampai pada point utama, mengapa harus berinvestasi, antara lain:

  1. Untuk mewujudkan tujuan atau mimpi yang ingin dicapai.
  2. Memiliki sumber keuangan tambahan.
  3. Untuk mencapai kebebasan finansial.
  4. Mempersiapkan masa tua dengan tenang.

So, bukan penghasilan tetap yang kita cari, tetapi bagaimana tetap berpenghasilan yang harus diperjuangkan meskipun sudah tidak bekerja lagi.

Semoga sedikit tulisan tentang mengapa harus berinvestasi, menyadarkan kita semua untuk berinvestasi untuk masa depan yang lebih baik.


Share

Belum ada Komentar untuk "Mengapa Harus Berinvestasi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel