Investasi Saham ala Lo Kheng Hong “Hindari Saham Infrastruktur”

Belajar tentang investasi saham memang sangat menarik, beda dahulu, beda sekarang. Dengan berkembangnya teknologi dan informasi, untuk belajar saham menjadi sangat mudah, hal ini yang membuat saya semakin penasaran dan ingin tahu tentang dunia saham, khususnya belajar pada maestro saham Indonesia seperti Pak Lo Kheng Hong. Oleh karena itu, sedikit tulisan tentang investasi saham ala Lo Kheng Hong ”Hindari Saham Infrastrutur” sengaja ingin memberikan gambaran dan informasi bahwa melakukan putusan untuk berinvestasi saham membutuhkan analisa dari banyak sisi. 

Yang menarik, investasi saham menjadi sangat terjangkau apalagi dengan adanya program “Nabung Saham”. Yuk Nabung Saham yang dikampanyekan saat ini, menjadi sebuah kampanye yang mengajak masyarakat Indonesia untuk berani dan mulai melek investasi saham di pasar modal dengan cara share saving.

Investasi Saham ala Lo Kheng Hong “Hindari Saham Infrastruktur”;Saham Infrastrukur;Investasi Saham Pemula ;
Ilustrasi (Foto: pasardana.id)

Saham Infrastruktur

Banyak sekali jenis saham yang bisa dimiliki untuk dipilih sebagai instrument investasi. Saat ini saja per September 2020, saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sebanyak 711 perusahaan. Saham saham tersebut diklasifikasikan menjadi 9 sektor, antara lain:

  1. Agriculture
  2. Mining
  3. Basic industry & chemicals.
  4. Miscellaneous industry.
  5. Consumer goods industry.
  6. Property, real estate, and building construction.
  7. Infrastructure, utility and transportation.
  8. Finance.
  9. Trade, service and investment.

Diantara berbagai jenis saham tersebut, saham infrastruktur menjadi salah satu bahan menarik kali ini. Sebenarnya jenis saham infrastruktur, utilitas dan transportasi saat ini adalah jenis saham yang diincar oileh para investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Apalagi saat ini Pemerintah, sedang giat membangun sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi untuk mengejar ketinggalannya dari negara lain dan juga untuk memperlancar roda ekonomi Indonesia.

Mengapa saham infrastruktur, utilitas dan transportasi disukai oleh para investor? Hal ini disebabkan dengan adanya perbaikan dan terdongkraknya ekonomi tersebut, menjadikan pergerakan saham perusahaan yang konsen pada sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi menjadi ikut terdampak secara positif di pasar modal sehingga nilainyua stabil dan cenderung naik di bursa saham.

Investasi Saham Pemula “Belajar Pada Lo Kheng Hong, dengan Menghindari Saham Infrastruktur”

Pada awalnya saya sangat ingin sekali memiliki saham infrastruktur, dan langkah selanjutnya adalah mencari informasi tentang saham-saham infrastruktur tersebut, termasuk performa perusahaan secara keuangan. Namun, alangkah terkejutnya setelah mengetahui Pak Lo Kheng Hong ternyata menghindari saham infrastruktur termasuk BUMN Karya.

Baca juga: Bebas Finansial ala Lo Kheng Hong.

Mengambil informasi dari bisnis.com, dalam diskusi yang dilakukan antara KBRI Singapura dengan Pak Lo Kheng Hong sebagai narasumber, ternyata Pak Lo tidak pernah membeli saham emiten infrastruktur, dengan berbagai alasan yang sangat masuk akal, antara lain:

  • Emiten di sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi cenderung memiliki hutang dalam jumlah besar. Menurut Pak Lo hutang perusahaan infrastruktur bisa mecapai Rp 50 Triliun, yang membuat Pak Lo tidak berani dan terasa ngeri.
  • Karena hutang perusahaan infrastruktur yang besar, membuat Lo Kheng Hong takut dan lebih baik mundur dan mencari perusahaan yang memiliki hutang yang minim dan memiliki kas yang besar.
  • Lebih baik mencari aman dengan memilih emiten yang tidak ada hutang dan uang dikasnya melimpah.

Dan benar saja setelah Pak Lo (Senin, 18 Januari 2021) melontarkan keengganannya mengkoleksi saham emiten konstruksi milik Negara, pada hari Selasa tanggal 19 Januari 2021 saham BUMN Karya melemah pada awal perdagangan, yang menyatakan menghindari saham-saham infrastruktur karena sarat dengan utang.

So, masih berani berinvestasi di perusahaan infrastruktur? Sepertinya saya akan meniru langkah Pak Lo, dan semoga sedikit tulisan “investasi saham ala Lo Kheng Hong - hindari saham infrastrutur” ini bermanfaat dan bisa menjadi referensi untuk Anda yang sedang belajar investasi saham.


Share

Belum ada Komentar untuk "Investasi Saham ala Lo Kheng Hong “Hindari Saham Infrastruktur”"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel