Virus Corona Sebuah Ancaman Untuk Bisnis Kuliner

Dunia sedang diterpa bencana luar biasa, yaitu wabah virus corona yang menyebar di seluruh penjuru negara di dunia. Begitu juga dengan Indonesia yang turut terkena imbas penyebaran wabah yang belum ada obatnya ini. Wabah yang diketahui berawal dari Kota Wuhan, China sekitar Desember 2019, kini menjangkiti umat manusia diberbagai belahan dunia. Yang menjadi masalah adalah efek yang ditimbulkan akibat mewabahnya virus ini yang berdampak pada seluruh aspek kehidupan, khususnya ekonomi dan bisnis. Yang menjadi memprihatinkan adalah virus corona menjadi sebuah ancama untuk bisnis kuliner, khususnya di sektor mikro kecil dan mennagah. Apalagi  pada sisi ini, banyak sekali masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada kehidupan harian pada bisnis kuliner.

Kekhawatiran dan kegelisahan bagi masyarakat kecil dan juga para pelaku bisnis, khususnya bisnis kuliner memang sangat beralasan, karena banyak diantaranya yang belum siap dengan efek yang harus dihadapi, apalagi mereka kebanyakan banyak yang menggantungkan hidupnya hanya pada satu bidang bisnis saja, yaitu kuliner. Dari sini, kita tidak bisa menyalahkan bahkan menyudutkan pemerintah dengan segala alasan, namun semua yang dilakukan oleh semua pihak khususnya Pemerintah adalah agar wabah virus corona yang terjadi bisa segera terselesaikan.

Bisnis kuliner memang memiliki banyak turunan, mulai dari supply barang sebagai bahan makanan mulai dari petani, penjual di pasar yang berfungsi sebagai suplier bahkan sampai tempat kuliner hingga restoran yang menyediakan makanan untuk dinikmati para konsumen. Dengan wabah virus corona yang menular dengan cepat, apalagi media penularannya melalui manusia ke manusia, maka banyak sekali tempat kuliner atau bisa dikatakan bisnis kuliner yang mengurangi volume penjualan atau merubah cara menjadi yang selama ini bisa dinikmati di tempat, menjadi hanya dibawa pulang atau take away.

Virus Corona Sebuah Ancaman Untuk Bisnis Kuliner
Gambar ilustrasi (Sumber gambar: dunia.tempo.co)


Solusi Menghadapi Efek Virus Corona Dalam Bisnis Kuliner

Simalakama, maju kena mundur kena. Ya itu mungkin yang bisa diungkapkan terhadap bisnis kuliner yang paling sensitif terkena dampak akibat wabah virus corona. Efek yang paling berat adalah selain penghasilan menurun juga tidak ada pemasukan, apalagi kalau bisnis kulienr yang digunakan menggunakan konsep untuk tempat berkumpulnya anak muda (nongkrong), otomatis dengan anjuran untuk social distancing dan tetap berdiam di rumah (work from home) hal ini menjadi sangat berpengaruh bagi keberlangsungan usaha.

Terdapat beberapa cara atau solusi dan strategi agar bisa bertahan, dengan melakukan berbagai cara sebagai berikut:

1. Merubah konsep, dengan memberi tawaran berupa online “food and drink” delivery.
Dengan kondisi untuk mengurangi penyebaran virus corona, dengan adanya himbauan dan juga instruksi bekerja dari rumah atau WFH (Work From Home), maka hal ini akan berdampak pada bisnis makanan dan minuman (kuliner), apalagi yang saat ini kebanyakan usaha kuliner menggunakan konsep offline, menjadikan outlet menjadi sepi karena para konsumen lebih memilih berdiam diri di rumah.

Oleh karena itu agar bisnis bisa bertahan, minimal agar mendapat pemasukan, maka yang bisa dilakukan adalah menggunakan sistem delivery dan juga bekerjasama dengan jasa delivery yang saat ini ada, misalnya jasa GoFood atau GrabFood. Dengan menggunakan sistem ini, anda tetap bisa berjualan, dan konsumen juga tidak perlu keluar rumah untuk bisa menikmati sajian kuliner yang diinginkan.

2. Menyarankan para pelanggan untuk menggunakan mobile payment.
Menghadapi penyebaran virus corona yang begitu masif, maka kebanyakan pelanggan sangat menghindari datang ke tempat kuliner untuk membeli barang yang anda jual. Karena mereka khawatir terjadi penularan wabah virus Corona ini yang berasal uang tunai. Karena uang tunai dikhawatirkan juga menjadi media penularan virus.

Baca juga: Ghost Kitchen, Solusi Praktis Usaha Kuliner.

Untuk itu anda bisa menggunakan dan menerima pembelian dengan menggunakan mobile payment, dan anda bisa menggunakan alat atau bahkan aplikasi yang bisa menerima semua jenis pembayaran, antara lain Gopay, OVO, Dana dan berbagai alat payment lainnya

Strategi Internal dan Yang Harus Dilakukan dalam Menghadapi Virus Corona 

Selain cara agar bisa bertahan seperti di atas, memang tidak banyak yang bisa dilakukan, namun yang utama dan harus dilakukan, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan dalam menghadapi virus corona dari sisi internal usaha pelaku bisnis kuliner (Rex Marindo), antara lain:
  1. Menyiapkan contingency plan.
  2. Meningkatkan revenue dari layanan delivery.
  3. Mengkaji biaya operasional (Opex), khususnya untuk gaji karyawan.
  4. Fokus pada menu dengan HPP (COGS ) yang bagus.
  5. Pengetatan pada cash flow.

Beberapa hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Menyiapkan contingency plan.
Pernah mendengar istilah “Plan B” atau “Plan C”. Atau bila diistilahkan adalah rencana cadangan atau rencana darurat. Rencana cadangan inilah yang disebut dengan contingency plan. Saya menyadari bahwa banyak usaha kuliner yang belum mepersiapkan diri ketika wabah virus corona ini mendera, apalagi datangnya yang begitu tiba-tiba. Namun bagi pengusaha yang sudah mempersiapkan segalanya termasuk mempersiapkan dengan menyisihkan pendapatan atau pun sebagian labanya untuk tidak dipergunakan. Biasanya tidak kaget dan tidak khawatir.

Beberapa kasus, biasanya contingency plan, sengaja dilakukan untuk menanggapi apabila terjadi sebuah peristiwa negatif yang menggangu keutuhan perusahaan, dalam arti untuk menjaga apabila terjadi sebuah force majeure atau sebuah kejadian luar biasa seperti saat ini yang berpotensi menggangu keberlangsungan perusahaan.

Belum lagi mempersiapkan sebuah atau beberapa  contingency marketing plan yang harus dilakukan untuk beberapa bulan ke depan. Dan juga skenario terburuk seandainya wabah covid-19 semakin serius, dengan kondisi terburuk untuk satu sampai dua bulan ke depan.

2. Meningkatkan revenue dari layanan delivery
Kondisi yang mengharuskan orang-orang harus berdiam dan bekerja dari rumah (work from home) menjadikan pemilik usaha kuliner harus memiliki ide agar bisa mendapatkan pendapatan, apalagi kalau solusi pada point nomor 1 di atas belum dimiliki. Untuk itu anda bisa meningkatkan pendapatan dengan bekerjasama dengan jasa delivery yang ada, baik GoFood atau pun GrabFood atau jasa delivery lokal yang mulai banyak bermunculan.

Pengalaman di China saat terjadi wabah virus corona, jasa layanan pesan antar ini memegang peranan penting dalam membantu masyarakat mengatasi krisis pangan. Anda bisa memberikan informasi dalam bentuk pengumunan melalui media sosial atau grup kuliner di media sosial tentang layanan saat terjadi wabah ini. Sehingga minimal anda masih bisa mendapatkan pendapatan seperti hari biasa.

3. Mengkaji biaya operasioanl (Opex), khususnya untuk gaji karyawan
Dalam kasus merebaknya virus corona, banyak hal yang harus dikaji, apalagi yang berhubungan dengan kelangsungan usaha, dan yang paling sensitif terkait dengan biaya operasioanl (operating expenditure) adalah untuk gaji karyawan. Oleh karena itu tidak mungkin kita tidak menggaji karyawan, meskipun kita meliburkan usaha untuk sementara waktu. Oleh karena itu, pada point 1 yaitu dana dalam rangka contingency plan ini sangat diperlukan.

Untuk mengurangi biaya yang keluar terkait dengan gaji karyawan, bisa saja kita berikan sesuai gaji pokok terlebih dahulu, sampai usaha benar-benar bisa berjalan normal.

4. Fokus pada menu dengan HPP (COGS ) yang bagus
Artinya kita harus bisa memilah menu mana yang sangat disukai para konsumen. Dengan mengetahui mana menu yang sngat disukai, menjadikan kita bisa fokus untuk hanya menyediakan menu tersebut. Apalagi kalau menu yang kita jual adalah menu favorit dengan harga mahal dan ongkos membuat (hpp) yang dikeluarkan sangat kecil. Sangat menguntungkan kita sebagai pemilik usaha kuliner.

5. Pengetatan pada cash flow
Tidak bisa dipungkiri bahwa semua kondisi akibat merebaknya virus corona Covid-19 ini menjadikan kita harus menjaga perputaran cash flow usaha, karena pembeli pun mulai berkurang akibat kebijakan berdiam diri di rumah. Arus kas merupakan unsur yang sangat penting dan utama dalam proses bisnis, begitu pula bila kondisi wabah ini tidak terselesaikan dan anda tidak memiliki dana untuk menjaga perputaran, dikhawatirkan menyebabkan kebangkrutan pada usaha.

Semoga wabah virus corona yang menjadi sebuah ancaman utuk binsis kuliner ini bisa segera terselesaikan. Dan usaha di sektor ekomo mikro, kecil, dan meneagah bisa kembali pulih, khususnya bisnis kuliner. Tetap semangat dan tetap berharap, semoga kita bisa tetap bertahan di tengah ujian wabah ini. Terima kasih.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Virus Corona Sebuah Ancaman Untuk Bisnis Kuliner"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel