Tips Jitu Mendapatkan Modal dari Bank dan Lembaga Pembiayaan

Sebagai seseorang yang saat ini masuk ke dunia usaha, kebutuhan akan modal menjadi sesuatu yang penting, karena dengan modal usaha yang dimiliki bisa digunakan untuk membeli barang modal yang nantinya akan menjadi persediaan barang atau stock (biasa disebut dengan modal kerja), dan dengan modal pun bisa digunakan untuk membeli mesin-mesin untuk produksi atau biasa disebut sebagai modal investasi.

Namun dalam kenyataannya, karena keterbatasan dana untuk modal, menjadikan penghambat bagi para pengusaha untuk mengembangkan usahanya. Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh pengusaha untuk memenuhi kebutuhan modal tersebut adalah dengan mengajukan pinjaman modal ke bank atau ke lembaga pembiayaan usaha lainnya. Tetapi yang terjadi kebanyakan pengajuan modal ke lembaga pembiayaan ini lebih banyak ditolak. Untuk menjawab alasan kenapa lembaga pembiayan menolak pengajuan tersebut di bawah ini akan diuraikan beberapa hal yang mungkin bisa memberikan informasi dalam pengajuan modal selanjutnya.

Sebelum membahas tentang rencana bahasan di atas terdapat catatan penting yang bisa saya sampaikan, bahwa “tulisan ini hanya bersifat informasi dan ilmu untuk semua kalangan”.

Untuk menjawab kenapa pengajuan kawan-kawan pengusaha ditolak oleh lembaga pembiayaan, jawabannya sederhana, berarti Anda masih belum dipercaya. Ya, kelihatannya jawaban tersebut terlalu berlebihan?

Kembali pada prinsip dasar pengajuan modal atau pengajuan kredit, secara harfiah kredit berasal dari kata Italia yaitu ”credere” yang berarti kepercayaan. Secara umum di dalam kehidupan masyarakat, kredit diartikan sebagai pinjaman di bank atau di lembaga pembiayaaan. Selain itu kredit juga bisa diartikan sebagai tiap-tiap perjanjian suatu jasa (prestasi) dan adanya balas jasa (kontra prestasi) di masa yang akan datang.

Tips Jitu Mendapatkan Modal dari Bank dan Lembaga Pembiayaan
Gambar ilustrasi
Menurut Undang-undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, pasal 1, secara definisi formal, kredit adalah “penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.”

Kalau dikatakan bahwa pengajuan kredit di awal proses sangat ribet, kemudian banyak persyaratan yang harus dipenuhi, maka saya bisa menjawab dengan jawaban “Ya”. Kenapa saya bisa menjawab dan meng-iya-kan pertanyaan tersebut?

Hal ini disebabkan mereka (pihak bank atau lembaga pembiayaan) belum mengenal kita sebagai pihak yang mengajukan permohonan pinjaman dana atau kredit. Oleh karena itu banyak hal yang harus dilengkapi dalam proses verifikasi atau review awal.

Terdapat 3 (tiga) hal utama dan paling penting pada saat petugas kredit ini melihat pengajuan Anda, antara lain:
  1. Karakter dari pemohon.
  2. Kemampuan bayar dari yang mengajukan pinjaman.
  3. Kondisi dan prospek usaha yang akan diajukan untuk pengajuan kredit.

Nah, melihat hal tersebut kawan-kawan pasti bingung, darimana petugas kredit ini mengetahui kondisi usaha Anda. Yang pasti karena mereka belum mengenal karakter dan usaha Anda, di awal proses mereka akan melihat kondisi usaha Anda. Mereka (pihak bank) akan senang dengan calon prospek yang kelihatan usahanya (usaha berjalan dengan baik), banyak aktivitas usahanya.
Misalnya, anda memiliki pabrik dengan kondisi usaha sangat membutuhkan dana, sehingga stocknya terbatas, karena stock terbatas hal ini mengakibatkan proses produksi tidak terlalu aktif. Dengan kondisi hal ini bank sebenarnya tidak menyukai kondisi usaha ini.

Baca juga: Analisa Kredit.

Dikarenakan anda sangat membutuhkan dana, maka buatlah proses produksi di pabrik Anda tampak semarak, dengan kondisi stock yang berlimpah, tidak adanya pegawai yang menganggur, dan yang paling utama, jangan sampai kelihatan mesin tampak seperti jarang terpakai, misalnya dengan adanya debu yang terlalu tebal atau adanya sarang laba-laba yang menempel di mesin produksi.

Kenapa saya bisa menyarankan hal yang demikian? Seperti yang saya sampaikan di atas, hal ini berhubungan dengan K yang ketiga yaitu tentang kondisi usaha dan prospek usaha. Dengan kondisi udaha yang terus berjalan, pihak bank akan melihat bahwa usaha anda sangat bagus, namun hal ini pun punya catatan khusus, ini masih proses awal dan masih ada proses lain yang akan dilakukan oleh pihak bank. Minimal mereka antusias dengan usaha anda, dan mereka tertarik untuk memberikan pinjaman kepada anda dengan dasar bahwa usaha anda sangat layak.

Satu hal lagi, mengapa bank sepertinya sangat rumit dalam meloloskan pengajuan kredit saudara? Pada intinya semua usaha termasuk bank tidak mau rugi, apalagi dalam menyalurkan dananya kepada peminjam uang (calon debitur), mereka sangat berhati-hati jangan sampai dana yang disalurkannya menunggak atau macet. Karena dengan adanya kredit yang menunggak, akan menimbulkan kerugian dari segala aspek bagi pihak bank. Selain itu, bank di Indonesia harus mengikuti aturan yang berlaku secara internal dan lembaga di Indonesia yang mengaturnya (seperti, Bank Indonesia dan OJK), yang mengatur bahwa mereka ini harus menerapkan prinsip kehatian-hatian dalam menyalurkan dana kepada debitur.

Data Pengajuan Kredit

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengajuan dana atau kredit di bank dan lembaga pembiayaan, anggaplah pihak bank ini belum mengenal Anda dan belum mengenal usaha Anda, untuk tahap ini akan saya sampikan beberapa yang harus dipenuhi dalam pengajuan dana, antara lain:
  • Buatlah Surat Permohonan pengajuan kredit, yang dilampiri dengan:
  1. Copy KTP (yang masih berlaku), apabila berbentuk PT atau CV, KTP yang diserahkan dari semua pengurus dan pemegang saham.
  2. Pas foto terakhir (4 x 6), begitu pula kalau usaha berbentuk PT atau CV yang diserahkan adalah foto dari semua pengurus dan pemegang saham (1 lembar).
  3. Copy akte pendirian perusahaan beserta semua perubahannya (jika ada) dan surat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan HAM (untuk PT). Apabila merupakan grup dari perusahaan lain, agar dilampirkan copy Akta Pendirian dan perubahannya.
  4. Copy NPWP Pribadi dari yang mengajukan kredit dan NPWP atas nama Perusahaan.
  5. Copy perizinan seperti: TDP, HO, SIUP dll.
  6. Laporan keuangan 3 tahun terakhir dan Lap. Konsolidasi (jika merupakan group usaha dari perusahaan lain).
  7. Curriculum vitae  dari semua pengurus dan pemegang saham.
  8. Company Profile perusahaan.
  9. Copy bukti kepemilkan/ sertifikat yang akan dijadikan agunan kredit (SHM/SHGB).
Keterangan:
Mungkin dari kawan-kawan sekalian menganggap dari permohonan pengajuan di atas saja sudah sangat ribet. Wow, jangan salah kawan, yang utama dari hal tersebut di atas adalah konsep yang berlaku dalam hubungan perbankan dan perkreditan, sehingga anda harus menganggap bahwa pihak bank belum mengenal anda dan usaha anda. Sehingga agar pihak bank mengerti anda dan perusahaan anda adalah “dengan memahami cara berpikir bank”. Pertanyaannya, mengapa harus diberikan kelengkapan dokumen sampai sedetail itu? Jawabannya adalah komunikasi, agar pihak bank menganggap bahwa usaha anda memang siap dan layak, selain memang adanya keterbukaan dari anda dalam memberikan informasi usaha, sehingga bank mudah dalam menganalisa usaha anda.

Baca juga:  Tips Dalam Pemberian Kredit Modal Kerja Dengan Melihat Analisis Rasio Laporan Keuangan Calon Debitur.

Untuk tips tentang laporan keuangan akan diberikan secara tersendiri. Pada intinya untuk laporan keuangan sebisanya buatlah laporan keuangan yang ada pertumbuhan (terus mengalami growth), dengan mempertimbangkan kewajaran usaha anda dengan rencana pengajuan kredit, kecuali memang ada rencana anda mengajukan dan lebih besar dibanding dengan performance usaha anda saat ini.

  • Agar proses kredit bisa segera selesai dan dana yang dibutuhkan bisa segera terealisasi, sebisa mungkin buatlah deskripsi tentang usaha anda yang dijadikan dasar dalam pengajuan kredit atau buatlah “Company Profile” tentang usaha anda, yang meliputi:
1. Riwayat usaha perusahaan.
2. Kondisi bisnis yang meliputi:

a) Strategi bisnis, strategi yang digunakan sehingga hasil produksi diminati oleh pihak konsumen, dan sejak kapan kesuksesan strategi tersebut digunakan.
b) Aspek Pemasaran, meliputi:
  • Produk (jelaskan jenis dan kualitas produk, strategi mempertahankan produk, kebijakan peneteapan harga jual).
  • Saluran distribusi produk.
  • Promosi yang digunakan.
  • Tingkat persaingan dan strategi dalam mengahadapi pesaing (sebutkan nama pesaing).
  • Aspek operasional, meliputi:
  • Bagaimana proses produksi dilakukan.
  • Kapasitas produksi per bulan/tahun (sebutkan kapasitas terpasang dan terpakai).
  • Sumber bahan baku (sebutkan asal dan nama supplier serta strategi mendapatkan bahan baku, syarat pembayaran).
  • Apakah produk yang dihasilkan mempunyai produk subtitusi.
3. Struktur Organisasi
Bila terjadi penggantian pengurus agar mencantumkan pertimbangan pengurus, misalnya informasi tentang:
  • Susunan manajemen dan jumlah karyawan (agar dirinci berdasarkan tugas dan tanggung jawab serta komposisi pendidikan dan spesialisasinya).
  • Mencantumkan pengalaman manajemen.
  • Bagaimana rencana suksesi dan rekruitmen staf secara sistematis.
  • Bgaimana keberadaan serikat pekerja, apakah telah pernah menghadapi aksi mogok dari karyawan.
4. Potensi pasar yang akan dituju.
5. Strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadapi pesaing maupun dalam mengikat supplier dan konsumen, apakah strategi telah dikomunikasikan  dalam manajemen, bagaimana perencanaan bisnis sesuai prospek usaha.
6. Pengawasan dan perencanaan bisnis, meliputi: informasi pengendalian dan perencanaan bisnis yang up to date dan relevan, bagaimana pemenuhan informasi pengendalian dan perencanaan (segera atau lambat), apakah tersedia area-area penting dalam penyampaiannya.
7. Kemampuan perusahaan dalam memproduksi & pengembangan produk baru, bagaimana komitmen dalam pemecahan masalah yang dihadapi.
8. Bagaimana perusahaan dalam menetapkan strategi dan ketergantungan.
9. Risiko khusus apa yang kemungkinan telah maupun akan dihadapi perusahaan.

Keterangan:
Sepertinya isi dari company profile tersebut di atas terlalu berbelit-belit? Pasti, namun ingatlah bahwa Anda harus melakukannya dengan cara membantu dan mendukung petugas kredit dengan data yang dibutuhkan, artinya dengan kerja sama yang baik dari  Anda sebagai Calon debitur merupakan faktor penentu keberhasilan pengajuan suatu proposal kredit. (Namun sebagai catatan, jangan pernah berpikir bahwa dengan kerja sama yang baik seluruh proposal kredit akan disetujui karena pada akhirnya bisnis yang bagus dan layaklah yang akan dibiayai oleh bank).

  • Selain hal tersebut di atas, biasanya lembaga pembiayaan atau bank akan meminta data pendukung terkait dengan pengajuan kredit anda, biasanya data ini diminta di tengah proses pengajuan dana anda dianalisa, antara lain:
  1. Laporan penjualan per bulan, sebisa mungkin apabila anda memiliki data yang lengkap, buatlah data anda ini, berdasarkan per jenis barang, per kelompok pembeli dan nilainya (minimal dalam 2 tahun terakhir).
  2. Proyeksi penjualan 2 tahun kedepan dengan mencantumkan dasar pertimbangan dan kondisi yang ada.
  3. Untuk lebih meyakinkan petugas bank buatlah daftar pemasok (suplier) dan pembeli (buyer) selama 3 tahun terakhir (disajikan secara prosentase), kalau terlalu banyak buatlah sample dari yang terbanyak..
Keterangan:
Data di atas semata-mata bertujuan untuk mempercepat proses analisis dalam proses kelayakan pemberian kredit dan berdasarkan pengalaman, kredit bisa segera terealisasi setelah semua data dilengkapi dengan baik. Namun bisa saja anda tidak melengkapi dokumen ini semua, dengan tanda kutip, kalau anda “sudah kenal dengan atasan bank” misalnya Area Manager atau yang lebih tinggi lagi, Direktur misalnya. Namun kalau anda baru mengajukan permohonan kredit dan belum kenal petugas bank, alangkah lebih baik Anda melengkapi hal tersebut di atas.

Dari hal-hal diatas, pada intinya jangan pelit dalam memberikan data, karena bagi bank akan sulit mengambil keputusan tanpa adanya dukungan data, apabila anda bertahan dengan sulit memberikan data kepada bank, sangat besar kemungkinan pengajuan dana anda akan ditolak.

Apabila telah ada kesepakatan antara Bank dan Anda (Perusahaan), biasanya bank akan meminta dokumen lain yang harus dilengkapi lagi (permintaan dokumen ini biasanya dicantumkan dalam syarat pencairan kredit), antara lain:
  1. Laporan keuangan yang telah di audit (Kantor Akuntan Publik Rekanan Bank, yang natinya bisa dipilih oleh debitur, anda bis amnewara harga jasa KAP ini).
  2. Laporan Feasibility Study dari Konsultan (Rekanan Bank, Konsultan ini juga bisa dipilih oleh debitur, untuk Laporan Feasibility atau Kemajuan Proyek biasanya untuk pinjaman atau kredit investasi).
  3. Laporan Penilian Agunan atas asset tidak bergerak yang akan dijaminkan sebagai jaminan kredit yang dinilai dari perusahaan penilai/ appraisal independen yang menjadi  Rekanan Bank, yang bisa dipilih oleh debitur.

Kesimpulan
Kebutuhan modal dalam usaha menjadi hal yang sangat penting, namun mendapatkan modal dari dana pinjaman yang berasal lembaga pembiayaan atau bank saat ini menjadi pilihan terakhir setelah semua upaya telah dilakukan. Namun modal dana dari lembaga pembiayaan atau bank ini tidak gratis, sehingga dalam menggunakannya harus berhati-hati jangan sampai penggunaan dana tersebut digunakan untuk hal di luar usaha.

Berdasarkan pengalaman penulis, pihak bank atau lembaga pembiayaan di awal proses kredit hanya melihat performance usaha atau melihat riuhnya aktivitas usaha, dan hal ini menjadi kesempatan bagi anda para pengusaha yang ingin mendapatkan dana untuk mempersiapkan data dan kondisi usaha sebelum dilakukan survei oleh para petugas kredit. Dan tentu saja, menjadi keuntungan juga bagi anda para pengusaha, karena pada umumnya pihak bank (para pemutus kredit) hanya melihat usaha anda berdasarkan data, dan mereka baru melakukan survey lanjutan kalau mereka masih belum yakin akan data dan usaha anda.

Minimal buatlah data yang bagus yang minimal terwakili dengan performance anda pada saat pengajuan kredit, karena dalam kondisi yang sekarang dengan persaingan bank yang semakin ketat, bank atau lembaga pembiayaan ini juga butuh untuk menyalurkan dananya agar bisa mendapatkan pendapatan dari sektor pendapatan bunga.

Satu lagi saran dari saya, dengan melihat persyaratan yang memang sangat ketat, kalau memang tidak mendesak jangan gunakan modal dari bank atau lembaga pembiayaan, dan kalau masih bertahan gunakanlah dana sendiri, agar pendapatan anda tidak tergerus oleh biaya bunga yang harus anda bayarkan.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Tips Jitu Mendapatkan Modal dari Bank dan Lembaga Pembiayaan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel