Menyelaraskan Kinerja Perusahaan Dengan Perubahan, Perlukah?

Sebagai sebuah perusahaan yang berorientasi pada laba, maka dibutuhkan sebuah strategi taktis yang bisa mencapai visi dan misi perusahaan. Banyak sekali tantangan yang dihadapi sebuah perusahaan untuk mencapai visi dan misinya. Apalagi bagi perusahaan yang sudah berkembang dan tumbuh menjadi sebuah perusahaan yang sangat besar dan memiliki banyak cabang dan unit kerja, tentunya banyak sekali tantangan yang dihadapi untuk mencapai target perusahaan, ditambah lagi dengan berbagai perubahan yang dihadapi perusahan saat ini. Berdasarkan hal ini terdapat banyak pertanyaan yang hinggap dibenak kita, khususnya dalam hal menyelaraskan kinerja perusahaan dengan perubahan, perlukah hal ini diantisipasi oleh perusahaan ?.

Sering terjadi, terdapat gap atau perbedaan yang cukup signifikan antara pencapaian kinerja dalam satu unit kerja dengan pencapaian kinerja utama dalam sebuah organisasi perusahaan. Bisa jadi kinerja salah satu atau bahkan beberapa unit kerja mencapai target terbaik, namun hal berbeda terjadi sebaliknya, kinerja utama cabang tidak tercapai bahkan mengalami kinerja organisasi yang terburuk. Hal ini yang menyebabkan kegusaran seorang pimpinan sebuah cabang utama atau bahkan pemilik perusahaan setelah mengetahui  kesenjangan dalam pencapaian kinerja tersebut.

Menyelaraskan Kinerja Perusahaan Dengan Perubahan, Perlukah?
Gambar ilustrasi
Berbicara tentang kinerja, khususnya dalam menyelaraskan kinerja yang berujung dalam pencapaian kinerja, maka terdapat beberapa hal  yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Mengetahui tentang penyebab ketidakselarasan di unit kerja.

Membedah penyebab tidak tercapainya target perusahaan memang sangat menarik. Bahkan bisa dikatakan penyebab tidak tercapainya target tersebut disebabkan tidak adanya keselarasan antara proses penetapan target kinerja pada tingkat organisasi utama dan pembagian target kinerja pada tingkatan masing-masing uit kerja. Banyak hal yang mempengaruhi hal tersebut, salah satunya adalah rasa enggan atau rasa dengan sengaja tidak mau melakukan tindakan untuk menyelaraskan penetapan target perusahaan pada masing-masing unit kerja.

Hal ini juga diperparah dengan kurangnya sistem kontrol atau bahkan organisasi tersebut tidak memiliki sistem kontrol yang kuat untuk mengetahui lebih dini pencapian kinerja, atau bahkan memiliki, namun tidak dapat bertindak secara optimal, sehigga tidak mengetahui lebih awal tentang kesenjangan antara pencapaian rencana kinerja dangan pencapaian kinerja pada waktu berjalan.

2. Kepuasan terhadap prestasi masa lalu.

Mengambil apa yang disampaikan John Kotter, sebagai berikut:
"Complacency exists when people think what they are doing is right and they don't need to change. The most common cause of complacency  is past success. In a world that is changing faster and faster all the time, complacency is cancer".

Baca juga: Strategi Sebuah Pola Pikir Berorientasi Masa Depan.

Sering terjadi bahwa target yang ditetapkan dibuat dengan taget kinerja yang membuat mereka berada pada zona nyaman. Yang perlu diperhatikan adalah kepuasan terhadap prestasi masa lalu (complacency) bisa membuat terlena. Terlena akan masa lalu dan tidak mengantisiapasi segala perubahan akan menjadikan kaget mendadak yang akhirnya bisa menyalahkan keadaan.

3. Membuat target secara realistis, namun menantang.

Terdapat sebuah catatan tentang hal ini, yaitu tidak akan ada sebuah pertumbuhan dalam zona nyaman dan tidak ada kenyamanan dalam pertumbuhan. Berkaitan dengan target, maka target memang harus dibuat dengan realistis yang artinya bisa dicapai. Menantang, disini berarti memiliki suasana yang mendorong untuk berubah, dan melakukan pertumbuhan dan juga perbaikan secara signifikan yang pada akhirnya membawa pada kondisi untuk keluar dari zona nyaman.

Sesuai dengan yang disampaikan oleh Prima A. Biromo, apabila target di tingkat cabang utama atau organisasi ditetapkan  untuk membawa perubahan, namun pada level unit kerja ditetapkan untuk berada pada zona nyaman, maka bisa ditebak bila pencapaian antara tingkat organisasi dengan tingkat unit kerja akan berbanding terbalik .

Oleh karena itu, dalam pelaksanaan strategi, penetapan target yang tepat dan disatukan dengan strategi yang tepat dan dilakukan dengan perencanaan dan pelaksanaan yang konsisten, maka optimis target yang ditetapkan bisa tercapai.

Semua memang harus memilih, mau menyelaraskan kinerja terhadap perubahan atau tetap menikmati target sesuai zona nyaman, semua tergantung anda. Silakan memilih untuk kemajuan usaha dan bisa mencapai target perusahaan yang diharapkan sesuai visi perusahaan anda.

Firman Seorang blogger yang senang menikmati kopi, traveling, dan menulis.

Belum ada Komentar untuk "Menyelaraskan Kinerja Perusahaan Dengan Perubahan, Perlukah?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel