Koperasi Digital Tonggak Bangkitnya Ekonomi Indonesia Di Era Digital

Koperasi adalah sebuah badan usaha yang memiliki karakteristik berbeda dengan badan usaha lain yang ada di Indonesia, yang dimiliki dan dikelola oleh anggotanya, yang berasaskan pada kekeluargaan. Namun, koperasi  yang seharusnya menjadi soko guru perekonomian bangsa Indonesia, seperti yang diamanahkan dalam UUD 1945, belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan banyak sekali koperasi yang dulunya menjadi badan usaha terbaik, saat ini menjadi terpuruk. Salah satu solusinya adalah konsep koperasi digital, yang diharapkan bisa menjadi tonggak bangkitnya ekonomi Indonesia di era digital.

Sebagai sebuah badan usaha yang diharapkan menjadi tonggak ekonomi Indonesia, koperasi harus memiliki pondasi yang kuat, tidak mengandalkan bantuan Pemerintah dan tidak menjadi badan usaha yang dikelola secara sederhana. Banyak sekali contoh tentang koperasi yang gulung tikar yang disebabkan karena salah kelola atau karena gagal bayar, yang menyebabkan koperasi tersebut merugi dan akhirnya tutup.

Koperasi Digital Adalah Solusi Membangun Koperasi di Era Digital

Koperasi sebagai sebuah usaha yang ingin diwujudkan oleh Bapak Koperasi Indonesia, yaitu Bapak Mohammad Hatta, diharapkan menjadi usaha bersama untuk memperbaiki dan meningkatkan kehidupan dan taraf ekonomi rakyat yang berlandaskan pada asas tolong menolong. Dengan melihat perkembangan koperasi saat ini, yang mulai tergerus dan kalah dengan usaha sejenis, yaitu keberadaan toko grosir dan toko supermarket, dan juga koperasi simpan pinjam yang kalah bersaing dengan lembaga finansial lainnya, atau bisa dikarenakan orang yang mengurus koperasi tidak mengerti tentang koperasi dan tidak pernah dididik tentang cara berkoperasi yang baik, kurang adanya perhatian dari Pemerintah untuk membangun koperasi, maka diperlukan langkah strategis, untuk merubah paradigma, termasuk diantaranya melakukan reposisi koperasi, sehingga koperasi menjadi badan usaha yang tangguh yang bisa menyejahterakan para anggotanya.

Koperasi Digital Tonggak Bangkitnya Ekonomi Indonesia Di Era Digital
Gambar Ilustrasi Koperasi (KSPPS di Nguling, Pasuruan, Jawa Timur)

Terdapat tiga hal penting yang saling berkaitan dalam membangkitkan koperasi agar mampu bersaing di era digital, yaitu koperasi, pengelola koperasi dan konsumen. Ketiga pilar ini menjadi kunci sukses berhasilnya koperasi agar menghasilkan profit dan menyejahterakan para anggotanya.

Membangun Koperasi Di Tengah Tantangan Era Digital dan Persepsi Generasi Milineal

Koperasi saat ini berdiri ditengah himpitan beban yang semakin menekan, tetap berdiri namun tidak dapat menghasilkan, mundur malah hancur. Fenomena ini terjadi diseluruh koperasi. Oleh karena itu diperlukan langkah yang bisa memberikan pondasi yang kuat agar koperasi bisa menjadi soko guru ekonomi. Terdapat ide dan solusi yang ditawarkan untuk membangun dan membangkitkan koperasi, salah satunya membangun koperasi yang berkolaborasi antara era digital dan koperasi yang bisa membangun pondasi kuat secara bisnis.

Membangun koperasi memiliki tantangan tersendiri, apalagi image koperasi bagi generasi milineal masih belum menjadi sektor membanggakan. Ide membangun koperasi dengan dasar "mewujudkan pondasi yang kuat dari dasar" sebenarnya adalah sebuah konsep bisnis namun lebih mengedepankan asas kekeluargaan dan gotong royong. Karena itu agar bisnis tersebut kuat, diperlukan sebuah proses yang tidak instan.

Terdapat tiga fokus penting, yaitu modal, sektor bisnis yang akan dikerjakan, digital marketing sebagai inti koperasi digital. Hal ini digambarkan sebagai berikut:

Alur Konsep Koperasi Digital dengan Konsep Wholesale;Membangun Koperasi Di Tengah Tantangan Era Digital dan Persepsi Generasi Milineal
Alur Konsep Koperasi Digital dengan Konsep Wholesale

  1. Koperasi digital, difokuskan pada sektor penyedia barang secara umum dengan model wholesale, yang melayani kebutuhan para konsumen baik anggota atau pun masyarakat umum, secara partai atau pun secera ecer.
  2. Sengaja tidak memilih koperasi yang berfokus pada simpan pinjam, karena untuk membangun pondasi yang kuat diperlukan modal yang besar, sama halnya dengan lembaga finansial yang mengisyaratkan DER (Debt to Equity Ratio), yaitu perbandingan antara total kewajiban dengan total modal sendiri, yang menunjuukan sejauh mana modal sendiri bisa menjamin seluruh utang. Dan apabila koperasi tidak liquid, akhirnya mencari pembiayaan dari luar untuk menambah modal. Dan hal ini yang sengaja dihindari.
  3. Dengan memperbesar fungsi wholesale, maka dilakukan kerjasama dari pabrik ataupun distributor utama, sehingga mendapatkan harga yang lebih murah. Dan hal ini agar bisa dijual dengan harga yang terjangkau dibawah harga pesaing, yang nantinya akan menarik para anggota pada khususnya, juga pada umumnya untuk menjadikan koperasi sebagai toko grosir besar, dengan fokus pada quantity atau volume jumlah pembelian pda koperasi.
  4. Agar koperasi lebih dikenal maka dilakukan optimalisasi dengan menggunakan teknologi digital, untuk memberikan informasi kepada para anggota dan para konsumen pada umumnya, sehingga masyarakat lebih memilih koperasi daripada supermarket.

Koperasi Digital Indonesia Wujud Kemandirian Ekonomi Indonesia

Teknologi informasi menjadi sebuah hal yang sangat penting dalam sebuah usaha, begitu pula dengan koperasi. Terobosan dan inovasi harus dilakukan agar bisa adaptif dan agar bisa meningkatkan daya saing. Terdapat hal yang harus dilakukan, terutama agar bisa menarik konsumen, khususnya kaum milenial agar terbuka wawasannya bahwa koperasi adalah tempat belanja terbaik, antara lain dengan adanya layanan digital, platform mobile, website, optimasi pada mesin pencari, informasi di media sosial, dan  dan juga pendaftaran online untuk anggota koperasi yang bisa dijelaskan sebagai berikut:
  1. Layanan digital adalah suatu bentuk layanan terintegrasi, misalnya untuk mengetahui ketersediaan barang melalui sistem informasi gudang, yang bisa terhubung antara informasi stock gudang, di website, dan juga platform mobile.
  2. Platform mobile. Atau juga disebut dengan Mobile Apps adalah aplikasi yang bisa digunakan android dengan Playstore atau Apple Store, yang ditujukan kepada para anggota koperasi, misalnya untuk memesan barang atau  kebutuhan lainnya.
  3. Website merupakan sebuah situs yang bisa diakses dengan mudah, yang memberikan informasi secara detail tentang koperasi dan layanan yang bisa diberikan.
  4. Optimasi pada mesin pencari atau disebut juga dengan SEO, yang berhubungan dengan aplikasi pada platform mobile dan optimasi website, yang diharapkan bisa menjadikan koperasi muncul dihalaman mesin pencari seperti Google, sehingga masyarakat akan tertarik untuk mengklik tentang koperasi.
  5. Media Sosial digunakan untuk bisa menjalin komunikasi antara sesama anggota dan calon anggota koperasi.
  6. Pendaftaran online. Calon anggota tidak perlu datang ke koperasi, namun cukup dengan menggunakan layanan digital dan mengisi beberapa data pribadi dan melakukan tranfer untuk pembayaran simpanan, sudah bisa mejadi anggota koperasi.
Selain itu agar koperasi bisa menjadi sebuah usaha kekinian atau disebut dengan koperasi zaman now, maka perlu dilakukan pengenalan, salah satunya membuat sebuah divisi tersendiri, mialnya membuat foodcourt dan cafe dengan konsep koperasi dan generasi milenal, dengan begitu anak muda mengetahui bahwa koperasi sekarang berbeda dengan koperasi jaman dahulu, sehingga pada akhirnya menggunakan koperasi sebagai layanan bisnis dan juga kebutuhan sehari-hari.


Disclaimer:
“Artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi blog ‘PRAJA 2019’ yang diselenggarakan oleh Multi Inti Sarana Group (MIS Group)”.

Posting Komentar

0 Komentar